Cari

standbuku

ada untuk dirimu

Kategori

mojok

Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya

img-20160926-wa0004_1.jpg

Judul: Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya
Penulis: Rusdi Mathari
Penerbit: Buku Mojok
Dimensi: 13 x 20cm; xviii+ 226 hlm.
Harga: Rp 60.000 Rp 54.000

Buku ini mulanya adalah tulisan berseri selama dua tahun di situs web Mojok.co. Sejak kali pertama tayang, kisah sufi dari Madura bernama Cak Dlahom ini segera digemari. Dibaca lebih dari setengah juta pemirsa Mojok.co

 

Bakat Menggongong

13903319_10154366027074356_1821817595669411384_n

Judul: Bakat Menggonggong
Penulis: Dea Anugrah
Penerbit: Buku Mojok
Harga: Rp 35.000

“Dalam kumpulan cerita pendek pertamanya ini, Dea Anugrah mempekerjakan seorang juru kisah yang cerewet, sok tahu, sinis, dan kadang tak patut dipercaya. Sang narator membingkai pelbagai momen dalam hidup, mulai dari masalah rumah tangga hingga situasi hidup-mati dalam perang, dan mengizinkan pembaca ikut menyaksikannya. Ada kesan bahwa ia menggunakan bermacam-macam teknik penceritaan hanya untuk menyenangkan dirinya sendiri. Ia tidak berusaha kelewat keras buat menjerat pembaca, namun karena itu suaranya justru jadi memikat.”

Endorphin

img-20160730-wa0002_1.jpg

Judul: Endorphin
Penulis: R.E. Hartanto
Penerbit: Buku Bojok
Harga: Rp 58.000

Tamasya Bola

p_20160411_190602_1.jpg

Judul: Tamasya Bola
Penulis: Darmanto Simaepa
Penerbit: Buku Mojok
Harga: Rp 85.000

Mengapa Messi, yang jadi pusat idola dan impian jutaan anak seluruh dunia, bisa dianggap biasa saja? Bagaimana negara yang pernah melahirlan seorang fasis bisa begitu memesona tim sepakbolanya? Mengapa kita masih saja berharap kesebelasan nasional meraih puncak kejuaraan? Bagaimana industri sepakbola melahirkan sosok pelatih seperti Mourinho? Apa hubungan industri sepakbola dengan jaringan orang superkaya?

Kisah-kisah di atas bersanding dengan narasi bola di pinggiran desa-desa di Jawa dan Sumatra maupun taman-taman kota di Australia dan Belanda.

Kesetrum Cinta

p_20160404_113109_1_1.jpg

Judul: Kesetrum Cinta
Penulis: Sigit Susanto
Penerbit: Buku Mojok
Harga: Rp 77.000

Takdir membuat Sigit Susanto yang asli Kendal, Jawa Tengah, menikah dengan Claudia Beck, perempuan Swiss totok yang baru tiga kali berwisata ke Indonesia. Rupanya kawin tidak semata soal cinta, tetapi juga pertemuan dua budaya. Di sinilah petualangan keduanya untuk saling mengenal budaya satu sama lain. Lanjutkan membaca “Kesetrum Cinta”

Kupu-Kupu Bersayap Gelap

img-20160317-wa0004_1_1.jpg

Judul: Kupu-Kupu Bersayap Gelap
Penulis: Puthut EA
Penerbit: Buku Mojok
Dimensi: 13×19 cm
Harga: Rp 48.000

“…. Puthut adalah pencerita yang piawai. Kata-katanya sederhana. Kalimat-kalimatnya ringkas. Tidak neko-neko. Tidak ingin dianggap pintar meliuk-liukan kata, tapi ceritanya tetap memukau.

“Dia bukan hanya tahu teknik menulis yang baik, tapi saya kira, cerpen-cerpennya tak hanya ditulis dengan teknik menulis dan bercerita yang baik itu, melainkan ditulis dengan melibatkan perasaannya. Dan itulah yang penting, karena tulisan yang ditulis dengan sepenuh perasaan akan sampai pula pada perasaan pembacanya….. “–Rusdi Mathari, wartawan dan penulis.

Belajar Mencintai Kambing

img-20160202-wa0006_1.jpg

Judul: Belajar Mencintai Kambing
Penulis: Mahfud Ikhwan
Penerbit: Mojok
Harga: Rp 48.000

Belajar Mencintai Kambing merupakan kumpulan cerpen pertama Mahfud ikhwan. Di dalamnya termuat empat belas cerpen yang kebanyakan mengambil latar desa. Suatu kawasan yang diakui oleh penulisnya ingin ia tinggalkan tapi secara diam-diam justru sering didatanginya. Orang-orang dan kisah-kisah khas desa yang bersahaja. Bahkan seringkali tidak masuk akal. dikisahkan secara apik dan tak berlebihan dalam kumpulan cerpen ini.

Seekor Bebek Mati yang Mati di Pinggir Kali

 

img-20160317-wa0003_1_1.jpg

Judul: Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali
Penulis: Puthut EA
Penerbit: Buku Mojok
Harga: Rp 48.000

Ini bukan sekadar kumpulan cerita. Ini sejarah, penggalan sejarah dari negara-bangsa yang—setelah hampir satu abad—belum saja selesai dengan diri mereka sendiri. Apapun yang dikatakan oleh para pejabat resmi pemerintah, kalangan cendekiawan dan kaum terpelajar, juga para politisi dan aktivis sosial, semuanya terlalu sering berbeda dengan apa yang sebenarnya dialami nyata dan dirasakan oleh para jelata awam, warga terbanyak negeri ini. Mereka punya nalar dan pandangan sendiri terhadap setiap kejadian, termasuk yang menjadi bagian langsung maupun tak langsung dari peristiwa-peristiwa besar nasional atau bahkan global. Seperti kumpulan cerita ini, karya-karya sastra lah yang terbukti selama paling mampu mengungkapkan kembali ‘sejarah orang kebanyakan’ itu dengan penuh nuansa dan kedalaman yang sulit ditemukan dalam karya-karya ‘ilmiah-akademis’. (Roem Topatimasang, penulis buku ‘Sekolah Itu Candu’

Cinta Tak Pernah Tepat Waktu

p_20160304_172334_1.jpg

Judul: Cinta Tak Pernah Tepat Waktu
Penulis: Puthut EA
Penerbit: Mojok
Harga: Rp 68.000

no endorsment no endorsment no endorsment

no endorsment no endorsment

no endorsment no endorsment no endorsment no

endorsment no endorsment no endorsment no

endorsment no endorsment no endorsment no

endorsment no endorsment

Blog di WordPress.com.

Atas ↑