Cari

standbuku

ada untuk dirimu

Pedro Paramo

pedro-paramo

Judul: Pedro Paramo
Penulis: Juan Rulfo
Penerbit: Gambang
Jumlah Hlm.: vi+243 hlm.
Harga: Rp 59.000

Juan Preciado menerima pesan terakhir dari ibunya yang tengah sekarat: ia diminta pergi ke sebuah kota bernama Comala dan mencari ayahnya, seorang laki-laki bernama Pedro Páramo. Ibunya selalu ingin kembali ke kota itu, menghabiskan sisa hidupnya dan meninggal dengan tenang di Comala—sebuah keinginan yang tak pernah terwujud. Dengan berbekal nama itu—Pedro Páramo—Juan Preciado datang ke Comala. Continue reading “Pedro Paramo”

Iklan

Surplus Pekerja di Kapitalisme Pinggiran

201609bm060000001_14745311608549990099072

Judul: Surplus Pekerja di Kapitalisme Pinggiran
Penulis: Muhtar Habibi
Penerbit: Marjin Kiri
Dimensi: 14×20,3 cm; xxii+142 hlm.
Harga: Rp 50.000

Bagi para ekonom neoklasik dan pendukungnya, mem­bludaknya pekerja informal di Indonesia sejak 1980an tidak peru dikhawatirkan. Mereka meyakini, jika pasar diperbolehkan berfungsi dengan baik, pekerja informal akan mampu menjadi pengusaha mikro, dan peng­usaha mikro nantinya akan mam­pu mengubah bisnis mereka ke peng­aturan formal dan de­ngan demikian secara otomatis menghilangkan perekonomian informal.

Continue reading “Surplus Pekerja di Kapitalisme Pinggiran”

Kekerasan Budaya Pasca 1965

201509bm140000040_14746196859495670018146

Judul: Kekerasan Budaya Pasca 1965: Bagaimana Orde Baru Melegitimasi Anti-Komunisme Melalui Sastra dan Film
Penulis: Wijaya Herlambang
Penerbit: Marjin Kiri
Dimensi: 14×20,3 cm; xiv+334 hlm.
Harga: Rp 82.000

“Saat moralitas dibangun di atas kuburan massal dan diamankan melalui teror serta kebohongan, kehampaan moral tak syak lagi terjadi. Wijaya Herlambang dengan cemerlang menganalisa perkembangan historis dan dinamika diskursif dari kehampaan ini, menguak gagasan-gagasan yang membuat kebohongan tampak benar.”— Joshua Oppenheimer, sutradara film dokumenter The Act of Killing.

Continue reading “Kekerasan Budaya Pasca 1965”

Rumah Kertas

201609bm160000011_14745381150389890009725

Judul: Rumah Kertas
Penulis: Carlos Maria Dominguez
Penerbit: Marjin Kiri
Dimensi: 12 x 19cm; vi+76 hlm.
Harga: Rp 33.000

Seorang profesor sastra di Universitas Cambridge, Inggris, tewas ditabrak mobil saat sedang membaca buku. Rekannya mendapati sebuah buku aneh dikirim ke alamatnya tanpa sempat ia terima: sebuah terjemahan berbahasa Spanyol dari karya Joseph Conrad yang dipenuhi serpihan-serpihan semen kering dan dikirim dengan cap pos Uruguay. Penyelidikan tentang asal usul buku aneh itu membawanya (dan membawa pembaca) memasuki semesta para pecinta buku, dengan berbagai ragam keunikan dan kegilaannya!

“Kisah tak terlupakan tentang dunia sastra, perpustakaan, dan kecintaan akan buku. Sebuah novel untuk dibaca ulang berkali-kali.” — Critiques Libres

“Buku tipis yang bisa menghantui pembaca jauh sesudah ditutup.” — New York Times

Para Pelacurku yang Sendu

14359043_204251313326379_8525895739953096357_n

Judul: Para Pelacurku yang Sendu
Penulis: Gabriel Garcia Marquez
Penerbit: Circa
Dimensi: 13 x 19cm; vi+133 hlm.
Harga: Rp 60.000 Rp 54.000

Adakah usia tertentu untuk jatuh cinta?

Setelah masa mudanya yang diisi dengan malam-malam bersama pelacur, ia kini wartawan senior dan kritikus musik terhormat, pria lajang seumur hidup yang menimbun diri dengan buku-buku klasik. Ia datang dari keluarga baik-baik, tapi hidupnya tak istimewa. Miskin dan tanpa cinta, walau cinta bukan obsesinya. Dikutuk berumur panjang, sehari sebelum ulang tahunnya yang kesembilan puluh, sebuah Ilham kurang ajar datang dan mengubah jalan hidupnya: untuk pertama kali dalam sembilan puluh tahun, ia jatuh cinta.

Continue reading “Para Pelacurku yang Sendu”

Malam Ini Aku Akan Tidur di Matamu

id_gras2016mth08miatdm_c

Judul: Malam Ini Aku Akan Tidur di Matamu
Penulis: Joko Pinurbo
Penerbit: Grasindo
Harga: Rp 45.000

Mata waktu, mata sunyi: memanggil, menelan.
Ceruk cinta yang haus warna. Ceruk perempuan.
Malam ini aku akan tidur di matamu.
*
Daun-daun celana berguguran di senja tersayang.
Di senja tersayang daun-daun celana berguguran.
*
Tangan kecil hujan menjatuhkan embun ke celah bibirmu, meraba demam pada lehermu, dan dengan takzim membuka kancing bajumu.
*
Aduh sayang, jarak itu sebenarnya tak pernah ada.
Pertemuan dan perpisahan dilahirkan oleh perasaan.
*
Tinggallah air mata yang menetes pelan ke dalam segelas bir yang menempel pada dada yang setengah terbuka, setengah merdeka.
*
Aku telah menguburkan saudaramu di sebuah rimba. Karena tak kutahu namanya, kutandai saja ia dengan tulisan KORBAN NOMOR 65.

Dunia Sukab

covnd-250

Judul: Dunia Sukab
Penulis: Seno Gumira Ajidarma
Penerbit: Noura
Jumlah Halaman: 256 hlm.
Harga: Rp 54.000

Ada perempuan memilih jalan kekerasan.
Ada penemuan ladang pembantaian.
Ada kisah masa depan pemerkosaan.
Ada orang disiksa, ternyata salah sasaran.
Ada orang dibakar, melakukan penampakan.
Ada orang terbuang, karena beda pemikiran.
Ada banyak rakyat, bingung memilih pimpinan.
Ada orang korupsi, hidungnya jadi panjang.
Ada orang dirampok, malah bisa terbang.
Ada jenazah hilang, karena kebanjiran.
Ada karung ditemukan, berisi mayat preman.
Ada buah dosa turunan, laris manis tak karuan.
Ada percakapan sepatu, merenungkan kesetiaan.
Ada suami pengangguran, hobinya tidur siang.
Ada sekretaris cantik, kakinya kapalan.
Ada kurir toko bunga, menggoda babu perumahan.

Mereka berada di Dunia Sukab, dunia kita-kita juga.

Metafora Padma

id_gpu2016mth08mpad_c

Judul: Metafora Padma
Penulis: Bernard Batubara
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp 45.000

“Kamu harus tahu, Harumi sayang. Pada zaman ketika kekerasan begitu mudah dilakukan, hal terburuk yang bisa dimiliki seseorang adalah identitas.”

The Hours

img-20160905-wa0004_1.jpg

Judul: The Hours
Penulis: Michael Cunningham
Penerbit: Jalasutra
Dimensi: 12×19 cm; 152 hlm.
Harga: Rp 41.000

Tiga wanita berbagi cerita tentang mempertahankan kesetiaan pada kekasih, tekanan rutinitas rumah tangga, cita-cita mewujudkan kemuliaan hidup, dan tekad menghindari desakan kegilaan dalam kegelisahan jiwa mereka. Clarissa Vaughan mendapati sahabat tercintanya putus asa karena mengidap AIDS, Laura Brown mulai merasakan ketegangan dalam keluarga sempurnanya, dan Virginia Woolf tengah berjuang memulihkan diri dari skizofrenia dan mulai merasakan ketenangan melanjutkan karir. Tiga cerita yang terpisah oleh jarak waktu dan tempat ini begitu nyata saling bertautan dengan alami seakan-akan terjadi secara sinambung pada saat bersamaan; Michael Cunningham dengan sangat cantik dan rapi menjalin kisah tersebut seperti hendak menyuarakan batin wanita dari tiga zaman.

Continue reading “The Hours”

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑